Blogger adsense code converte

Written By Kang habaib on Thursday, January 12, 2012 | 8:43 AM

8:43 AM | 0 comments | Read More

Google Siap-siap Beli Yahoo

Written By Kang habaib on Saturday, December 31, 2011 | 4:32 AM

Langkah tersebut diambil Google karena mereka ingin menjual iklan lewat situs-situs Yahoo.Google Inc telah mengadakan pendekatan setidaknya pada dua perusahaan ekuitas untuk menyediakan dana bagi perusahaan ekuitas itu untuk membeli bisnis utama Yahoo. Informasi tersebut disampaikan pada Wall Street Journal oleh sumber yang mengetahui permasalahan tersebut

.

Menurut sumber tersebut, Google dan partner tersebut telah melakukan diskusi awal. Meski demikian, belum ada langkah tindakan formal yang diambil, dan Google kemungkinan tidak akan melakukan pembelian sendiri terhadap Yahoo.

Dikutip dari Reuters, 24 Oktober 2011, belum jelas perusahaan ekuitas mana yang telah didekati Google. Perwakilan Google sendiri belum bisa mengomentari hal tersebut. Namun perjanjian apapun di antara dua perusahaan Internet terbesar itu berpotensi melanggar aturan monopoli.

Sumber menyebutkan, langkah tersebut diambil Google karena perusahaan mesin pencari utama itu tertarik untuk menjual sejumlah iklan melalui situs-situs Yahoo.

Sebelum ini, Microsoft Corp, kompetitor lain dari Google dan Yahoo juga tengah mempertimbangkan untuk membeli Yahoo lewat sebuah lembaga ekuitas swasta.

Yahoo sendiri sedang dalam kondisi yang kacau setelah mereka memecat Carol Bartz, CEO mereka pada September lalu. Perusahaan itu tengah meminta bantuan lembaga investasi Allen & Co untuk melakukan ‘strategic review’ terhadap bisnis mereka. Yahoo juga menggaet Heidrick & Struggles, lembaga perekrutan eksekutif untuk mencari CEO baru. (umi)
• VIVAnews

4:32 AM | 0 comments | Read More

Google Buzz Ditutup

- Layanan Google Buzz, yang diluncurkan pada Februari 2010, tampaknya tak berhasil membuat para pengguna Twitter berpaling. Tadinya, layanan ini ditujukan bagi pengguna yang sudah memiliki akun email Gmail agar bisa melakukan berbagai hal, seperti di Twitter ataupun Facebook, atau bahkan lebih.

Seperti yang dilansir dari laman Techland, 16 Oktober 2011, Google mengatakan, "Dalam beberapa minggu kami akan menutup Google Buzz dan fokus hanya pada Google +. Kami belajar banyak dari produk seperti Buzz dan ke depannya kami akan belajar fokus untuk produk seperti Google +."

Selain Buzz, Google juga akan menutup beberapa layanan lainnya dalam waktu dekat. Contohnya, jejaring sosial Jaiku yang dibelinya tahun 2007 dan Code Search, perangkat yang membantu para programer untuk mencari kode open source.

Dengan ditutupnya layanan Google Buzz, sepertinya beberapa rumor yang menyebutkan bahwa produk ini akan mengkanibal layanan yang sudah ada, telah terbukti.

Saat peluncurannya, Google menyebutkan bahwa mereka ingin mengintegrasikan Buzz dengan layanan lain yang sudah ada seperti Wave, Latitude, Voice, seperti layaknya itu terintegrasi pada Gmail.

Google juga menyebutkan bahwa fitur-fitur enterprise akan dihadirkan di sana. Setelah itu, tampaknya bisa jadi tak lama lagi semua fitur yang dimiliki Wave akan hadir di Buzz.

Hadirnya layanan Buzz dan Wave yang terus tumbuh dan dikembangkan, menjadi bukti bahwa Google mengulang kesalahan yang sempat dilakukan Yahoo.

Yahoo dinilai telah menempuh langkah yang gagal. Mereka berinvestasi di banyak bidang di dunia online. Hasilnya, hanya sedikit dana investasi yang tersedia untuk berbagai layanan yang disiapkan dan tidak fokus ke satupun. Keputusan itu menjerumuskan Yahoo sendiri.
• VIVAnews
4:31 AM | 0 comments | Read More

Google Rayakan Ulang Tahun ke-13 di Doodle

Belum jelas kenapa Google merayakan ulang tahun tiap tanggal 27 September di doodle-nya. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Google, hari ini merayakan hari ulang tahun ke-13. Sebuah doodle (atau gambar tema) di mesin pencari Google pun memperlihatkan perayaan tersebut.




Di doodle itu, terlihat pesta ulang tahun dengan 13 lilin yang menyala di atas kue ulang tahun, dan balon. Huruf yang ada di kata "Google" pun tampak memakai topi dengan sejumlah balon yang menghiasi doodle tersebut.

Sebenarnya tidak jelas alasan mengapa Google selalu merayakan ulang tahun tiap tanggal 27 September. Karena, seperti dikutip dari laman Mashable, pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, mendirikan Google setelah menerima dana US$100 ribu dari investasi yang diberikan Andy Bechstolsheim, pendiri Sun Microsystem.

Google sendiri bermula dari mesin pencari yang dinamakan "BackRub" oleh Page dan Brin. Kedua lulusan Universitas Stanford itu kemudian menamakan mesin pencarinya "Google", yang diambil dari kata "googol" yang berarti seratus angka nol di belakang angka 1. Kata ini untuk menunjukkan banyaknya informasi yang mampu disediakan Google.

Setelah itu, Page dan Brin kemudian mengembangkan Google, hingga mendirikan Google sebagai perusahaan pada 4 September 1998, yang berbasis di sebuah garasi, di rumah teman mereka, Susan Wojcicki, di Menlo Park, California, Amerika Serikat.

Google kemudian semakin berkembang. Tak hanya sebagai mesin pencari, layanan Google pun kini meliputi email (Gmail), instant messaging (Gtalk), video-sharing (Youtube), jejaring sosial (Google+), hingga sistem operasi untuk smartphone dan tablet (Android). Beberapa waktu lalu, Google pun membeli Motorola sebagai pengembangan bisnisnya.
Entah apa yang dipikirkan Larry Page dan Sergey Brin saat mendirikan Google 13 tahun lalu. Namun, Google kini telah tumbuh menjadi raksasa di usia remajanya. Selamat ulang tahun, Google!
Baca juga: Kuasa Google
• VIVAnews

4:30 AM | 0 comments | Read More

Google Bangun Pusat Data di Tiga Negara Asia

Pusat data Google akan dibangun di Hong Kong, Taiwan, dan Singapura.Google berencana untuk membangun pusat data di Asia untuk mempercepat akses layanannya. Tiga negara pun sudah disiapkan menjadi lokasi, dengan investasi lebih dari US$200 juta.

Seperti dikutip dari laman Reuters, Google akan membangun pusat data di Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Rencananya, pusat data ini akan beroperasi dalam 1 - 2 tahun begitu konstruksinya mulai dibangun.

Investasi di Hong Kong dan Taiwan masing-masing akan senilai US$100 juta. Namun, Google tidak menjelaskan jumlah investasi yang akan ditanam di Singapura.

Sedangkan, laman Wall Street Journal menyebut, pusat data ini akan menjadi pusat data utama Google di kawasan Asia-Pasifik. Selama ini, Google baru memiliki pusat data yang beroperasi di Amerika Serikat dan Eropa.

"Jumlah pengguna internet di Asia berkembang sangat cepat dibandingkan kawasan manapun di seluruh dunia," kata Taj Meadows, Manajer Kebijakan Komunikasi Google di Asia, seperti dikutip dari Wall Street Journal.

"Kami melihat peningkatan pengguna internet baru secara masif. Kami ingin lebih melayani mereka," lanjut Meadows.

Saat ini, Google telah memiliki 15 kantor dan ribuan pekerja di seluruh kawasan Asia-Pasifik. Reuters pun kemudian menyebut, Google akan merekrut tambahan 20 staf untuk pusat data di Hong Kong dan Taiwan. (eh)
• VIVAnews
4:29 AM | 0 comments | Read More

Google Siap Saingi Amazon di E-Commerce

Google siap masuk ke industri retailer-online dengan sistem pengiriman yang lebih cepat. Tak puas menjadi raja mesin pencari (search engine), Google pun kini mengincar tahta Amazon sebagai penguasa retailer online. Sejumlah retailer besar pun didekati Google untuk mencoba peruntungannya di bidang e-commerce.

Seperti dikutip dari laman Wall Street Journal, selain telah melakukan pembicaraan serius dengan sejumlah retailer, Google juga telah mendekati perusahaan pengapalan. Dengan demikian, Google bisa menjadi penyedia jasa retailer online yang pengirimannya bisa dilakukan dalam sehari, dengan ongkos yang lebih murah.

Sejumlah retailer menyatakan tertarik dan siap bekerja sama, karena Google selama ini telah dikenal dengan baik oleh masyarakat. Retailer itu antara lain Macy's, Gap, dan OfficeMax.

"Mereka mendekati kami dan membicarakan ide itu. Tapi kami belum membuat keputusan apapun," ujar juru bicara Macy's, seperti dikutip dari Wall Street Journal. Saat ditanya hal yang sama, juru bicara Gap dan OfficeMax menolak memberikan komentar.

Sedangkan sumber yang tahu mengenai rencana ini mengatakan, Google tidak berencana untuk menjual produk secara langsung ke konsumen. Tapi Google akan mempersiapkan fitur di mesin pencarinya, yang akan mengarahkan konsumen ke situs retailer itu. Kemudian, peran Google adalah sistem jasa pengapalan yang memungkinkan pengiriman lebih cepat.

Dalam menyediakan jasa pengiriman barang ini, Google juga dikabarkan mempersiapkan kerjasama dengan perusahaan pengapalan dan distribusi nasional ataupun lokal. Salah satunya adalah United Parcel Service. Tapi juru bicara UPS menolak berkomentar mengenai kabar ini.

Dengan mengembangkan sistem pengapalan yang lebih cepat, Google mengincar industri retailer online yang terus berkembang di Amerika Serikat. Tahun ini misalnya, industri retail online diperkirakan meningkat sebesar 12 persen, hingga mencapai US$ 197 miliar. Dan Amazon merupakan pemain dominan di industri ini.

Jika Google melakukan ini, maka persaingan Google dengan Amazon akan menjadi terbuka. Karena selama ini Google dan Amazon memiliki diferensiasi produk. Google selama ini fokus menjadi search engine, sedangkan Amazon fokus menjadi menjual dan mengantar produk ke konsumen secara online.

Persaingan mulai terlihat saat Google mulai 'menantang' Amazon dalam menjual produk digital secara langsung ke konsumen, salah satunya adalah ebook. Tapi Google masih kalah jauh dengan Amazon dalam hal penjualan konten digital, termasuk ebook dan film.

Apalagi, setelah Amazon meluncurkan tablet Kindle Fire, yang memungkinkan penggunanya mengunduh produk Amazon secara lebih mudah. Menariknya, Kindle Fire merupakan tablet yang berbasis Android, sistem operasi buatan Google.
• VIVAnews
4:27 AM | 0 comments | Read More
 
berita unik